by

Bulog Rugi dan Tanggung Utang Sampai Rp28 Triliun, Ini Kata Budi Waseso

JAKARTAJARRAKPOSPALANGKARAYA.COM – Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso atau akrab disapa Buwas menjelaskan BUMN yang dipimpinnya sampai memiliki utang sebesar Rp28 triliun. Padahal pada tahun 2017 lalu, utang Bulog masih di angka Rp13,2 triliun.

Menurut Buwas, utang yang semakin membengkak diakibatkan oleh pinjaman perbankan untuk membeli Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Jumlah utang makin membengkak karena pinjaman dari perbankan tersebut dikenai bunga komersial, sementara Bulog kesulitan menyalurkan beras yang telah dibelinya.

“Bulog tidak bisa terhindar dari utang karena memang Bulog membeli beras baik itu CBP maupun untuk komersial. Kita pinjam uang dari bank, bunganya komersial. Jadi bunganya kan berjalan,” papar Buwas di Perum Bulog, Jakarta, Selasa (03/12/2019).

Sedangkan beras yangg sudah dibeli kata dia, kerap tidak bisa disalurkan yang mengakibatkan Bulog menjadi rugi.

“Akibatnya maka beras ini tidak bisa digunakan dengan konsekuensi bunga tetap berjalan. Kita tidak bisa tagihkan ke mensos karena berasnya tidak bisa digunakan itu karena masih di gudang,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut Budi Waseso juga menjelaskan bahwa Perum Bulog akan melakukan pelepasan stok beras yang sudah mengalami turun mutu sebanyak 20.000 ton. Langkah itu setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium yang direkomendasi Badan Ketahanan Pangan Kementan dan BPOM.

“Meski demikian beras tersebut maslh memiliki manfaat dengan melakukan pengolahan, penukaran, penjualan di bawah HET, serta dihibahkan untuk bantuan kemanusiaan. Hal tersebut sejalan dengan Peraturan Menteri Pertanian No 38 Tahun 2018 tentang pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah,” jelasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed