by

Wakil Ketua Komisi X DPR Apresiasi Ide Jokowi Gandeng Didi Kempot “Sobat Ambyar” Sebar Nilai Pancasila


JAKARTA – JARRAKPOSPALANGKARAYA.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana menggandeng seniman Didik Kempot menggunakan media sosial dan lirik lagunya untuk penyebaran konten bernarasi Pancasila agar menumbuhkan semangat Pancasilais di hati masyarakat “sobat ambyar” yang cakupannya merata dari remaja sampai orang tua. Abdul Fikri Faqih Wakil Ketua Komisi X F-PKS mengapresiasi ide kekinian Jokowi itu.

“Sangat bagus bila Presiden punya gagasan seperti itu, agar seniman dan lagu-lagu kita tidak jauh dari nilai-nilai kebangsaan, Pancasila,” kata Abdul saat dihubungi, Selasa (3/12/2019) malam.

Abdul juga menyarankan agar Presiden Jokowi juga memakai media hiburan dan pengajian untuk menyisipi narasi pentingnya pancasila sebagai ideologi negara. Tak hanya itu saja keberadaan tempat ibadah juga bisa membantu menyebarkan nilai-nilai pancasila.

“Bahkan Presiden bisa menggunakan sarana hiburan dan pengajian ya berkembang di masyarakat. Kalau perlu (agar tidak) terkesan pemerintah ini represif dengan melarang atau membatas batasi, lebih baik titip pesan nilai pancasila juga disampaikan lewat jemaat injil di Gereja, kajian Hindu Budha di kuil, vihara dan klenteng, Majelis Taklim dan pengajian-pengajian yang sudah jadi budaya di kalangan umat Islam,” ujar dia.

Selain itu, Wakil Ketua X DPR F-Golkar Hetifah Sjaifudian juga mengapresiasi langkah Jokowi yang ingin menyebarkan konten narasi Pancasila di platform media sosial. Hetifah menilai langkah menggandeng platform digital seperti Netflix hingga Youtube itu efektif meningkatkan semangat Pancasila di generasi milenial.

“Sebenarnya bagus saja, karena itu adalah channel-channel yang ditonton generasi muda saat ini. Sekarang nilai-nilai tertentu dimasukkan ke alam bawah sadar generasi muda kita melalui tontonan. Dari manakah? Bukan dari TV karena berdasarkan data sudah jarang millenials yang menonton TV konvensional, kebanyakan waktu mereka dihabiskan di Youtube, Netflix, Instagram,” ujar Hetifah.

“Saya rasa nilai Pancasila juga bisa ditanamkan dengan cara seperti itu, tantangannya adalah bagaimana membuat konten yang menarik yang tetap bisa menanamkan nilai-nilai tersebut, bisa bekerjasama dengan sineas-sineas muda Indonesia, influencer sosial media, dan pelaku ekonomi kreatif lainnya,” tambahnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi ingin kembali menggaungkan implementasi Pancasila ke kaum milenial dan generasi muda. Gaung Pancasila itu ingin disebarkan Jokowi lewat berbagai media yang digemari anak muda, dari aplikasi Netflix hingga lirik lagu Didi Kempot.

“Musik, nggak apa-apa, kita nebeng Didi Kempot nggak apa-apa, titip sama sad boy dan sad girl nggak apa-apa, sahabat ambyar nggak apa-apa, titipkan satu lirik di ‘Pamer Bojo’ nggak apa-apa, ini media-media yang disukai anak muda kita,” kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (3/12).

“Yang kedua layanan video, TV, YouTube, Netflix, Iflix, Hooq? Ini yang harus kita lakukan kalau kita ingin cepat dan tidak mau keduluan yang lain juga,” imbuh Jokowi.

Jarrakpospalangkaraya.com/Uta



Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed